Rambut Rasulullah SAW dan Cara Bersisir Rasulullah SAW

Rambut Rasulullah SAW

Berusaha untuk mengenali Rasulullah saw mulai dari bentuk tubuhnya sampai ke ahlaknya merupakan sesuatu yang penting bagi kita yang merasa ummat muhammad, kita sebagai ummat muhammad saw yang berharap mendapat syafaat dari beliau tentunya harus memiliki suatu ikata dalam hati kita. 



- Dalam suatu riwayat yang bersumber dari Anas bin Malik ra. Di ungkapkan :


“Rambut Rasulullah saw. mencapai pertengahan kedua telinganya.”
- Aisyah ra. Perbah berkata sebagai berikut :


“aku dan Rasulullah saw mandi dari tempayan yang sama. Beliau memiliki rambut (yang panjangnya) sampai di atas bahu dan di bawah daun telinga.”
- Dalam suatu riwayat al-Barra’ bin ‘Azib mengemukakan sebagai berikut :


“Rasulullah saw adalah seorang yang berbadan sedang, kedua bahunya bidang, sedangkan rambutnya menyentuh kedua daun telinganya.”
- Qatadah pernah bertanya kepada Anas bin Malik ra tentang rambut Rasulullah saw. Anas menjawab :


“rambutnya tidak terlalu keriting, tidak pula lurus kaku. Rambutnya mencapai kedua daun telinganya.”
- Dalam suatu riwayat di kemukakan bahwa Ummul Hani binti Abu Thalib pernah berkata :


“Rasulullah saw tiba di mekkah (pada saat pembebasan kota mekkah). Sedang rambutnya di jalin menjadi empat.”
- Anas ra pernah menceritakan perihal rambut Rasulullah saw sebagai berikut :


“sesungguhnya rambut Rasulullah saw mencapai pertengahan kedua telinganya.”
- Dalam suatu riwayat, Ibnu Abbas ra mengemukakan :


“sesungguhnya Rasulullah saw dulunya menyisir rambutnya ke belakang, sedangkan orang-orang musyrik menyisir rambut mereka ke kiri dan ke kanan, dan ahlul kitab menyisir rambutnya ke belakang. Selama tidak ada perintah lain, Rasulullah saw senang menyesuaikan diri dengan ahlul kitab. Kemudian, Rasulullah saw menyisir rambutnya ke kiri dan ke kanan” 

Cara Bersisir Rasulullah SAW

- Dalam suatu riwayat, Aisyah ra mengemukakan :


“aku pernah menyisir rambut Rasulullah saw padahal aku sedang haidl”
- Dalam suatu riwayat yang bersumber dari Anas bin Malik ra dikemukakan :


“Rasulullah saw sering meminyaki rambutnya, menyisir janggutnya dan sering waktu menyisir rambutnya, beliau menutupi (bahunya) dengan kain kerudung. Kain kerudung itu demikian berminyak seakan-akan kain tukang minyak.”
- Ummul Mu’minin Aisyah ra mengemukakan :


“sesungguhnya Rasulullah saw menyenangi mulai bersuci dari anggota badannya yang sebelah kanan, juga ketika bersisir dan ketika memakai sandal.”
- Adullah bin Mughaffal ra bercerita :


“Rasulullah saw melarang bersisir kecuali sekali-kali.”
- Seorang sahabat nabi (tidak disebut namanya) pernah mengatakan :


“sesungguhnya Rasulullah saw jarang-jarang saja bersisir.”

harus memiliki rasa cinta pada beliau karena beliau telah lama mencintai kita sebagai ummat beliau, bahkan saat sakaratul maut pun yang di khawatirkan bukan keluarga beliau tapi ummatnya. betapa cinta beliau kepada kita, kita sebisa mungkin harus membuat Rasulullah saw bangga kepada kita. semoga dengan keinginan kita untuk mengenal bentuk tubuh dan sifat beliau, nantinya kita akan di pertemukan dengan beliau dan beliau mengakui kita sebagai ummat beliau dan memberikan syafaat kepada kita. SHOLLUALANNABI MUHAMMAD

Sumber : Terjemahan Kitab Asy-Syama-ilul Muhammadiyyah

Subscribe to receive free email updates: