Orang-orang yang sombong dan pembagiannya

Orang-orang yang sombong dan pembagiannya - Perlu di ketahui bahwa Allah swt menciptakan manusia sebagai mahluk yang suka berbuat zalim dan bodoh. Adakalanya manusia menyombongkan dirinya di hadapan orang lain, bahkan ada kalanya manusia menyombongkan dirinya terhadap Allah swt, semua sifat itu termasuk sifat sombong. Adapaun pembagian nya sifat sombong ada 3 :


1. Menyombongkan diri kepada Allah swt. Itulah kesombongan yang paling besar nilainya. Seorang tidak akan menyombongkan dirinya kepada Allah swt kecuali orang yang bodoh dan suka berbuat sewenang-wenang.

Hal ini seperti yang di lakukan oleh raja Namrud ketika ia bermaksud memerangi tuhan yang di langit. Demikian pula seperrti yang di lakukan oleh fir’aun ketika ia berkata : ‘aku adalah tuhan kalian yang maha tinggi’. Orang-orang yang menyombongkan dirinaya semacam itu tidak mengakui sebagai hamba Allah swt. Hal ini sebagaimana yang di sebutkan dalam firman Allah swt 


 “Al-masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba Allah swt dan tidak pula enggan malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah swt)” (QS an-nisa’ ayat 172)

Selain itu, Allah swt juga berfirman :


“dan apabila dikatakan kepada mereka ‘sujudlah engkau sekalian kepada yang maha penyayang.apakah kami akan sujud kepada tuhan yang engkau perintahkan kami (bersujud kepadanya)?’ dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman). ” (QS al-furqaan ayat 60)

2. Seorang yang menyombongkan dirinya terhadap Rasul-rasul Allah swt. Sehingga ia tidak mau tunduk  kepada seorang rasaul meskipun ia telah di beri tahu tentang mekjizatnya masing-masing.

Orang-orang semacam itu adakalanya tidak mau memikirkan dan tidak mau memandang dengan mata hatinya, tetapi ada pula yang mengetahui kebenaran para rasul tetapi nafsunya tidak mau tunduk kepada para rasul. 


“(orang) ini tidak lain hanyalah manusia sepertimu, ia makan dari apa yang engkau makan dan meminum dari apa yang engkau minum.dan sesungguhnya jika engkau sekalian mentaati manusia yang sepertimu, niscaya apabila demikian, maka engkau benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.” (QA al-mu’minuun ayat 33-34)

Diantara mereka ada yang menentang para rasul karena sikap kesombongannya, padahal mereka mengetahui kejujuran pribadi baginda Rasulullah saw, tetapi kesombongan mereka tidak mengakui kerasulannya. Hal ini sebagaimana yang di sebutkan da;am firman Allah swt 


“ maka setelah datang kepada mereka apa yang mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya.” (QS al-baqarah ayat 89).

Selain itu Allah swt juga berfirman :


“dan mereka mengingkarinya karena  kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya.” (QS an-naml ayat 14)

Sifat orang yang sombong kepada para rasul, maka mereka termasuk orang-orang yng menyobongkan diri kepada Allah swt, karena orang-orang seperti itu tidak mau tunduk kepada perintah Allah swt dan tidakmau merendahkan diri kepada para rasul.

3. Adapula seorang yang menyombongkan dirinya kepada orang lain, sehingga ia tidak mau tunduk kepada pendapat orang itu dan mereka meremehkan orang itu serendah-rendahnya. Meskipun perasaan sombongnya tidak sama dengan perasaan sombong yang pertama dan yang kedua, tetapi sifat sombong semacam ini mempunyai 2 wajah :

a. Sesungguhnya kesombongan tidak pantas dimiliki seorang kecuali ia seorang penguasa. Adapun jika ia seorang budak, maka sama sekali ia tidak pantas untuk menyombongkan dirinya. Jika ia menyobongkan dirinya, maka ia telah mengambil atau merampas salah satu kebesaran Allah swt, meskipun kesombongan nya berbeda dengan kesombongan raja namrud dan fir’aun.
Allah swt berfirman :


“dan orang-orang yang kair berkata : ‘janganlah engkau mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-qur’an ini dan buatlah hiruk pikuk terhadapnya, agar engkau dapat mengalahkan mereka.” (QS fushshilat ayat 26)

b. Orang yang sombong bukanlah orang yang menolak kebenaran, tetapi ia tidak mau menerima nasehat orang lain. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah swt 



“dan apabila di katakana kepadanya : ‘bertakwalah kepada Allah swt’ bangkitlah kesombongan yang menyebabkannya berbuat dosa.” (QS al-baqarah ayat 206)

Ibnu mas’ud ra berkata : ‘seorang cukup menjadi sombong jika ada orang lain yang menyuruhnya bertakwa kepada Allah swt, kemudian ia menolaknya.’

Baginda Rasulullah saw pernah menyuruh seorang untuk makan dengan tangan kanannya, kata orang itu : ‘aku tidak dapat.’ Baginda nabi Muhammad saw bertanya : ‘ benarkah engkau tidak dapat makan dengan tangan kananmu ? sebenarnya engkau tidak mau melakukan perintahkukarena engkau sombong.’ Maka dengan izin Allah swt tangan orang itu tidak dapat di angkat. (HR muslim hadistnomer 2021). 

Jadi sebagai kesimpulannya, jika ada seorang yang menyombongkan dirinya kepada orang lainmaka ia termasuk menyombongkan dirinya terhadap Allah swt.

Ketika iblis di perintah untuk sujud kepada nabi Allah adam as, ia menolak perintah Allah swt tersebut dan mengatakan : ‘ aku adalah lebih baik dari adam’. Iblis mengatakan seperti itu karena ia mempunyai rasa sombong dan hasud pada nabi Adam as. Karena itu, ia akan binasa untuk selama-lamanya.

Pokoknya, setiap orang yang merasa bahwa dirinya lebih baik dari saudaranya atau ia menolak kebenaran dari orang lain, maka ia termasuk orang yang sombong.  Demikian pula jika seorang tidak mau tunduk kepada Allah swt dan kepada Rasulnya, maka ia termasuk orang yang paling sombong terhadap Allah swt dan Rasulnya.

Sumber : buku karangan habib umar bin hafidz dengan judul apakah yang engkau sombongkan wahai manusia.

Subscribe to receive free email updates: